Upil

4
views

SAYA bukan seorang penulis blog andal, yang mampu menghasilkan buah pikiran dalam bentuk tulisan semudah mengupil, ya, semudah mengacungkan kelingking kiri untuk kemudian ditancapkan ke dalam liang hidung dan doing the rest. Tapi, kadangkala, upil yang terbentuk terasa sangat mengganggu, jadi tanpa mempedulikan keadaan sekitar, aktivitas ekskavasi upil pun dilangsungkan. Dalam hal ini, ada yang menggedor pikiran untuk segera dikeluarkan, lewat tulisan (ya ga mungkin dikeluarkan lewat kentut).

Walaupun begitu, upil tetaplah upil. Ga ada nilainya, persis seperti postingan blog yang ini.
Yang jelas, karena logikanya hanya seseorang yang mampu menikmati aktivitas mengupilnya sendiri (and in some cases, enjoying their own upils too), harusnya hanya saya yang mampu, berhak dan bersedia menikmati proses penulisan posting blog yang sebenarnya pointless ini. Harusnya loh ya.
[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × one =